Jatim News

Friday, July 17, 2026

Ajang Piala Dunia FIFA 2026 Gerakkan Ekonomi Nasional hingga Rp5 Triliun

 


Jakarta, 15 Juli 2026 – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menyampaikan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia. Berdasarkan kajian yang disusun KADIN Indonesia, rangkaian kegiatan Piala Dunia, baik melalui aktivitas siaran (on-air) maupun berbagai kegiatan masyarakat (off-air), diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi langsung dan tidak langsung lebih dari Rp5,03 triliun.


Perhitungan tersebut mencakup berbagai aktivitas ekonomi yang berlangsung sejak masa persiapan hingga pelaksanaan turnamen, mulai dari aktivitas penyiaran dan belanja periklanan, sponsorship, promosi produk, peningkatan penjualan perangkat elektronik dan merchandise, transaksi sektor hotel, restoran, dan kafe (HOREKA), kegiatan nonton bareng, hingga penjualan UMKM dalam beragam event, termasuk Festival Rakyat 2026.


Kajian ini menunjukkan bahwa manfaat ekonomi Piala Dunia tidak hanya terkonsentrasi pada penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga menyebar ke berbagai sektor usaha dan aktivitas masyarakat di seluruh Indonesia.


Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono, mengatakan bahwa Piala Dunia 2026 menjadi contoh bagaimana sebuah ajang olahraga internasional mampu menggerakkan aktivitas ekonomi lintas sektor.


> "Piala Dunia 2026 tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan besar dan pemilik merek nasional, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi hotel, restoran, kafe, pedagang makanan, pelaku industri kreatif, penyedia jasa, hingga UMKM di berbagai daerah," ujar Kukrit.




Menurut Kukrit, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa sebuah ajang olahraga berskala global dapat menciptakan manfaat ekonomi yang luas ketika didukung oleh kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga penyiaran publik, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.


Berdasarkan perhitungan KADIN Indonesia, nilai ekonomi tersebut berasal dari sekitar Rp1,76 triliun dari aktivitas promosi berbagai produk melalui iklan on-air, Rp850 miliar dari kegiatan komersial off-air, sekitar Rp2,4 triliun dari sektor HOREKA, serta kontribusi ekonomi yang dihasilkan melalui beragam event, termasuk Festival Rakyat 2026.


KADIN Indonesia memperkirakan bahwa selain perputaran ekonomi langsung sebesar Rp5,03 triliun, kegiatan Piala Dunia 2026 juga memiliki potensi untuk menciptakan efek pengganda ekonomi lanjutan.


Selain meningkatkan konsumsi, rangkaian Piala Dunia 2026 juga mendorong investasi pelaku usaha dalam perangkat televisi, proyektor, set-top box, sistem audio, kapasitas tempat duduk, serta fasilitas layanan makanan dan minuman.


Dampak tersebut sejalan dengan pertumbuhan sektor penyediaan akomodasi, makanan, dan minuman yang dalam laporan tercatat tumbuh 13,14 persen secara tahunan pada Triwulan I 2026, sehingga menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi.


Partisipasi Publik Menjadi Penggerak Aktivitas Ekonomi


Besarnya dampak ekonomi dari penyiaran Piala Dunia FIFA 2026 juga didukung oleh tingginya partisipasi masyarakat selama penyelenggaraan ajang empat tahunan tersebut. Hal ini diperkuat oleh survei Lokadata terhadap 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia pada 7–13 Juli 2026.


Survei tersebut menunjukkan bahwa manfaat ekonomi Piala Dunia mengalir hingga ke tingkat komunitas. Sebanyak 78,1 persen responden mengikuti kegiatan nonton bareng sedikitnya satu kali selama turnamen, dengan rata-rata pengeluaran sekitar Rp51 ribu setiap kegiatan atau sekitar Rp145 ribu per orang selama turnamen.


Sebagian besar pengeluaran itu digunakan untuk membeli makanan dan minuman, paket data, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya, sehingga manfaat ekonominya banyak dirasakan oleh pelaku UMKM.


Di sisi lain, 79,9 persen responden memberikan penilaian positif terhadap penyelenggaraan siaran TVRI dan 73 persen menyatakan bangga TVRI menjadi penyiar resmi Piala Dunia FIFA 2026. Apresiasi terbesar diberikan pada akses siaran yang gratis, minim iklan, dan mudah dijangkau masyarakat.


Chief Data Officer Lokadata, Suwandi Ahmad, mengatakan bahwa dari perspektif data, tingkat kepuasan dan apresiasi masyarakat terhadap penyelenggaraan siaran Piala Dunia FIFA 2026 oleh TVRI merupakan capaian yang sangat positif untuk sebuah ajang olahraga berskala global.


> "Hasil survei Lokadata menunjukkan sentimen positif yang konsisten di berbagai wilayah Indonesia. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi TVRI menghadirkan siaran gratis yang mudah diakses, dengan jeda iklan yang terbatas, mampu memenuhi harapan masyarakat untuk memperoleh akses terhadap informasi dan hiburan berkualitas," ujar Suwandi.




Ia menambahkan, tingginya tingkat kepercayaan publik juga tercermin dari besarnya rasa bangga masyarakat terhadap TVRI sebagai penyiar resmi Piala Dunia FIFA 2026. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa penyiaran publik memiliki peran penting dalam menghadirkan tayangan berkualitas yang dapat diakses secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat.


Sementara itu, Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, mengatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Piala Dunia tidak hanya diukur dari kualitas siaran pertandingan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.


> "Kepercayaan yang diberikan kepada TVRI sebagai penyiar resmi FIFA merupakan amanah yang kami jalankan untuk memastikan seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati Piala Dunia secara gratis. Kami bersyukur penyelenggaraan ini tidak hanya menghadirkan tontonan berkualitas, tetapi juga mampu menciptakan ruang kebersamaan serta memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat di berbagai daerah," ujar Fiki.




Menurut Fiki, penyelenggaraan Piala Dunia membuktikan bahwa penyiaran publik dapat menjadi penghubung antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.


> "Saya menyampaikan apresiasi kepada pengurus KADIN yang menunjukkan komitmen untuk menyukseskan kegiatan ini melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk dukungannya terhadap TVRI," ujarnya.




Fiki juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, komunitas, serta berbagai pihak yang telah berkolaborasi mendukung penyelenggaraan kegiatan on-air maupun off-air selama Piala Dunia FIFA 2026.


Menurutnya, kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi faktor penting yang memungkinkan masyarakat di seluruh Indonesia menikmati pertandingan secara lebih luas sekaligus merasakan manfaat ekonomi yang ditimbulkannya. Sinergi ini menunjukkan bahwa penyiaran publik dapat menjadi katalisator yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan manfaat sosial maupun ekonomi secara bersamaan.


Piala Dunia FIFA 2026 membuktikan bahwa penyelenggaraan ajang olahraga internasional tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu menjadi instrumen penggerak ekonomi nasional melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, lembaga penyiaran publik, pemerintah daerah, komunitas, dan UMKM di berbagai daerah.


Tentang KADIN Indonesia


Kamar Dagang dan Industri Indonesia merupakan organisasi yang mewadahi dunia usaha Indonesia dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, pengembangan dunia usaha, peningkatan investasi, pemberdayaan ekonomi daerah, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah. :::

Thursday, July 16, 2026

Babinsa Sertu Sahid Dorong Semangat Gotong Royong dalam Musyawarah Dusun Desa Tlogosari

 


Malang - Babinsa Koramil 0818/11 Donomulyo, Sertu Sahid, menghadiri kegiatan Musyawarah Dusun (Musdus) yang berlangsung di Balai Desa Tlogosari, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, pada Kamis (16/07/2026). Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen TNI AD melalui aparat teritorial dalam mendukung pembangunan desa serta memperkuat sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat.


Musyawarah Dusun menjadi forum penting untuk menampung aspirasi warga terkait berbagai program pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta kebutuhan prioritas yang akan diusulkan dalam perencanaan pembangunan desa. Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, ketua RT/RW, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.


Dalam kesempatan tersebut, Sertu Sahid menyampaikan pentingnya menjaga semangat gotong royong, kebersamaan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap program pembangunan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


"Kami sebagai Babinsa siap mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui Musyawarah Dusun ini, diharapkan seluruh usulan dapat menjadi prioritas pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga," ujar Sertu Sahid.


Selain itu, Babinsa juga mengajak seluruh warga untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan agar suasana kondusif tetap terpelihara. Dengan lingkungan yang aman dan harmonis, proses pembangunan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.


Kegiatan Musyawarah Dusun di Desa Tlogosari berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Diharapkan hasil musyawarah ini mampu menghasilkan berbagai program pembangunan yang tepat sasaran, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Tlogosari.


Kehadiran Babinsa Koramil 0818/11 Donomulyo dalam Musyawarah Dusun ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan, partisipatif, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. ::

Batuud Koramil 0818/26 Singosari Hadiri Musyawarah Kerja PMI, Perkuat Sinergi Kemanusiaan

 


Malang - Batuud Koramil 0818/26 Singosari, Peltu Budi, menghadiri kegiatan Musyawarah Kerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Singosari yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyusun program kerja PMI sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam bidang kemanusiaan.


Musyawarah kerja tersebut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), pengurus PMI Kecamatan Singosari, perwakilan instansi pemerintah, relawan, serta berbagai elemen masyarakat. Agenda utama meliputi evaluasi program kerja sebelumnya, penyusunan rencana kegiatan mendatang, serta pembahasan strategi peningkatan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Peltu Budi menyampaikan bahwa TNI, khususnya Koramil 0818/26 Singosari, siap mendukung setiap program PMI yang bertujuan meningkatkan kepedulian sosial, kesiapsiagaan bencana, donor darah, hingga kegiatan kemanusiaan lainnya.


"Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan PMI merupakan kunci dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami siap mendukung setiap program yang membawa manfaat bagi warga, terutama dalam kegiatan sosial dan penanggulangan bencana," ujar Peltu Budi.


Sementara itu, pihak PMI Kecamatan Singosari berharap hasil musyawarah kerja ini mampu menghasilkan program yang lebih efektif, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dinilai sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan di wilayah Kecamatan Singosari.


Kehadiran Batuud Koramil 0818/26 Singosari dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen TNI untuk terus mempererat kerja sama dengan berbagai instansi dalam mendukung pembangunan wilayah dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Melalui sinergi yang solid, diharapkan berbagai program PMI dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Malang, khususnya di Kecamatan Singosari.


Musyawarah kerja ini juga menjadi wadah memperkuat koordinasi, komunikasi, dan komitmen bersama dalam mewujudkan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tanggap, dan profesional demi kesejahteraan masyarakat. :::

Prada Agus Nur Hidayat Operasikan Molen, Percepat Pengecoran Jalan Sasaran TMMD ke-129


Lumajang  – Semangat pengabdian personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 terus ditunjukkan dalam setiap tahapan pembangunan infrastruktur di Desa Ledok Tempuro. Salah satunya diperlihatkan Prada Agus Nur Hidayat yang terlibat langsung dalam proses pengecoran jalan dengan mengoperasikan mesin molen (concrete mixer) di Dusun Lembenah, Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Kamis (16/7/2026).


Sejak pagi hari, Prada Agus bersama personel Satgas TMMD dan warga setempat bergotong royong menyiapkan adonan beton yang akan digunakan untuk pembangunan jalan rabat beton. Penggunaan mesin molen bertujuan menghasilkan campuran material yang merata sehingga kualitas konstruksi jalan sesuai dengan standar teknis dan memiliki daya tahan yang baik untuk digunakan masyarakat dalam jangka panjang.


Pengecoran jalan tersebut merupakan bagian dari sasaran fisik utama TMMD ke-129, yakni pembangunan jalan rabat beton sepanjang 840 meter dengan lebar 3,5 meter. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses transportasi warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Desa Ledok Tempuro.


Pasiter Kodim 0821/Lumajang, Kapten Inf Sri Hariyanto mengatakan bahwa seluruh personel Satgas memiliki tanggung jawab untuk bekerja secara profesional dan bersinergi dengan masyarakat dalam menyelesaikan setiap sasaran pembangunan.


"Setiap personel memiliki peran penting sesuai tugasnya masing-masing. Keterlibatan Prada Agus dalam mengoperasikan molen merupakan bagian dari upaya memastikan proses pengecoran berjalan lancar, efektif, dan menghasilkan kualitas pekerjaan yang optimal. Kami menargetkan seluruh sasaran fisik selesai tepat waktu dengan tetap mengutamakan mutu pekerjaan," ujar Pasiter.


Ia menambahkan, keberhasilan TMMD tidak hanya ditentukan oleh kemampuan personel Satgas, tetapi juga melalui semangat gotong royong bersama masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi warga sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Melalui kerja sama yang solid antara Satgas TMMD dan masyarakat, pembangunan jalan di Dusun Lembenah diharapkan segera rampung sehingga dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempermudah aktivitas sehari-hari warga, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan tema "TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa." (Pendim 0821).

Satgas TMMD 129 dan Polres Lumajang Perkuat Sinergi, Bersama Wujudkan Pembangunan Ledok Tempuro


Lumajang – Sinergitas antara TNI dan Polri kembali terlihat dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026. Personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 0821/Lumajang bersama anggota Polres Lumajang, Bripda Bayu Umbara, bahu-membahu mengerjakan sasaran fisik TMMD di Dusun Lembenah, Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Kamis (16/7/2026).


Keterlibatan personel Polri dalam kegiatan tersebut menjadi bukti nyata soliditas TNI-Polri dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Dengan penuh semangat, personel kedua institusi bekerja bersama masyarakat melaksanakan proses pengecoran jalan dan berbagai pekerjaan fisik lainnya yang menjadi sasaran utama TMMD ke-129.


Kebersamaan yang terjalin di lokasi pekerjaan mencerminkan komitmen bersama untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat. Tidak hanya fokus pada penyelesaian pembangunan infrastruktur, sinergi TNI-Polri juga menjadi teladan dalam membangun semangat gotong royong serta mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah sasaran.


Dansatgas TMMD ke-129, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., mengapresiasi dukungan yang diberikan Polres Lumajang dalam setiap tahapan pelaksanaan TMMD. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi merupakan salah satu kunci keberhasilan program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang terpadu.


"Kehadiran rekan-rekan Polri di lokasi TMMD menunjukkan bahwa semangat pengabdian kepada masyarakat tidak mengenal batas institusi. Sinergi TNI-Polri yang terjalin dengan baik menjadi kekuatan besar untuk menyelesaikan seluruh sasaran TMMD sekaligus memberikan rasa aman, nyaman, dan semangat kepada masyarakat yang ikut bergotong royong," ujar Letkol Anton.


Sementara itu, Bripda Bayu Umbara mengatakan bahwa keterlibatan personel Polres Lumajang dalam TMMD merupakan bentuk dukungan terhadap program pembangunan yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus dipertahankan sebagai wujud soliditas TNI-Polri dalam melayani dan mengabdi kepada bangsa dan negara.


Melalui kebersamaan antara Satgas TMMD, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, pelaksanaan TMMD ke-129 di Desa Ledok Tempuro diharapkan mampu menyelesaikan seluruh sasaran fisik maupun nonfisik tepat waktu, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dan sinergitas TNI-Polri dalam mendukung pembangunan nasional dari desa. (Pendim 0821).

Bati Bhakti TNI Siter Kodim 0821/Lumajang Sampaikan Rencana Kegiatan kepada Personel Satgas TMMD ke-129


Lumajang – Dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026, Bati Bhakti TNI Staf Teritorial (Siter) Kodim 0821/Lumajang memberikan pengarahan kepada personel Satgas TMMD terkait rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama program berlangsung. Kegiatan tersebut digelar di rumah Bapak Bulan, Dusun Lembenah, Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Kamis (16/7/2026).


Pengarahan tersebut bertujuan menyamakan persepsi, membagi tugas, serta memastikan seluruh personel Satgas memahami sasaran dan mekanisme pelaksanaan kegiatan TMMD di lapangan. Dengan koordinasi yang matang, setiap personel diharapkan mampu menjalankan tugasnya secara profesional, terukur, dan sesuai target yang telah ditetapkan.


Dalam arahannya, Bati Bhakti TNI Siter Kodim 0821/Lumajang menekankan pentingnya disiplin, kerja sama tim, serta komunikasi yang baik antarpersonel selama pelaksanaan TMMD. Selain menyelesaikan sasaran fisik dan nonfisik, seluruh personel juga diingatkan untuk selalu menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-129, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., mengatakan bahwa briefing atau penyampaian rencana kegiatan merupakan bagian penting dari manajemen operasi agar seluruh personel memiliki pemahaman yang sama terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing.


"Melalui pengarahan ini kami ingin memastikan seluruh personel Satgas memahami rencana kerja, pembagian tugas, serta target yang harus dicapai setiap hari. Dengan koordinasi yang baik, pelaksanaan TMMD akan berjalan lebih efektif, efisien, dan setiap sasaran dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang optimal," tegas Letkol Anton.


Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk tetap mengedepankan faktor keamanan kerja, menjaga kesehatan, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat selama berada di lokasi TMMD. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari terciptanya hubungan yang harmonis antara Satgas TMMD dan masyarakat, sehingga semangat "TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa" benar-benar terwujud dalam setiap pelaksanaan kegiatan. (Pendim 0821).

TMMD 129 Hadirkan Pelayanan Kesehatan dan KB, Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Randuagung


Lumajang  – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui pelayanan kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) yang digelar di Puskesmas Randuagung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Kamis (16/7/2026).


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sasaran nonfisik TMMD ke-129 yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memberikan kemudahan akses layanan kesehatan. Warga memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan, di antaranya pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, pelayanan KB, serta penyuluhan tentang pentingnya menjaga kesehatan keluarga dan pencegahan penyakit.


Kapolkes 05.09.02 Lumajang, Kapten Ckm Abdul Gufron, mengatakan bahwa pelayanan kesehatan dalam TMMD merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.


"Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan mengikuti program Keluarga Berencana. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Randuagung," ujar Kapten Ckm Abdul Gufron.


Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-129, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., menegaskan bahwa sasaran nonfisik memiliki peran yang sama pentingnya dengan pembangunan fisik dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.


"TMMD tidak hanya membangun jalan, drainase, maupun rumah layak huni, tetapi juga membangun kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan kesehatan, penyuluhan, dan berbagai kegiatan pemberdayaan. Dengan masyarakat yang sehat, pembangunan yang telah dilakukan akan memberikan manfaat yang lebih besar dan berkelanjutan," ungkap Letkol Anton.


Pelaksanaan pelayanan kesehatan dan KB berlangsung tertib dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Melalui kolaborasi antara Satgas TMMD, Polkes 05.09.02 Lumajang, Puskesmas Randuagung, dan instansi terkait, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagaimana tema "TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa." (Pendim 0821).

Kapten Czi Joko Susilo Tekankan Disiplin dan Gotong Royong dalam Apel Pagi TMMD

 


Lumajang – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0821/Lumajang mengawali aktivitas dengan melaksanakan apel pagi sebagai bentuk konsolidasi personel dan pengecekan kesiapan sebelum melanjutkan berbagai sasaran fisik maupun nonfisik program TMMD. Kegiatan berlangsung di Dusun Lembenah, Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Kamis (16/7/2026).


Apel pagi dipimpin Komandan SSK TMMD ke-129 Kodim 0821/Lumajang, Kapten Czi Joko Susilo. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga disiplin, kekompakan, dan semangat gotong royong selama pelaksanaan TMMD.


Seluruh personel diharapkan bekerja secara profesional dengan mengutamakan faktor keamanan, serta menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat agar setiap sasaran program dapat diselesaikan sesuai target waktu dan standar kualitas yang telah ditetapkan.


"Apel pagi bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi pekerjaan yang telah dilaksanakan sekaligus menyamakan persepsi dalam menghadapi tugas hari ini. Laksanakan setiap pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, tetap utamakan keselamatan, dan terus bangun sinergi bersama masyarakat," tegas Kapten Joko.


Usai apel, seluruh personel Satgas langsung bergerak menuju titik-titik pekerjaan sesuai pembagian tugas masing-masing. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Satgas TMMD ke-129 dalam mempercepat pembangunan infrastruktur desa sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Melalui pelaksanaan apel pagi yang rutin, koordinasi antarpersonel diharapkan semakin solid sehingga seluruh program TMMD ke-129 Kodim 0821/Lumajang dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Ledoktempuro serta mendukung percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Lumajang. :::

Wednesday, July 15, 2026

Kolaborasi TNI dan Pemkab Lumajang Wujudkan Rumah Layak Huni bagi Lansia

 


Lumajang TMMD ke-129 – Di sela peninjauan sasaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026, Dansatgas TMMD ke-129 Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., bersama Bupati Lumajang dan jajaran Forkopimda mengunjungi kediaman Ibu Eti, seorang warga lanjut usia (lansia) di Dusun Lembenah, Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Rabu (15/7/2026). Rumah Ibu Eti menjadi salah satu sasaran program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam pelaksanaan TMMD ke-129.


Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dan TNI terhadap masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memastikan secara langsung kondisi rumah yang akan direhabilitasi melalui program TMMD. Dalam suasana penuh keakraban, rombongan berdialog dengan Ibu Eti untuk mendengarkan kondisi dan kebutuhan yang dihadapi sehari-hari.


Dansatgas TMMD ke-129 Letkol Arh Anton Subhandi menyampaikan bahwa program rehabilitasi RTLH merupakan salah satu sasaran prioritas TMMD yang bertujuan menghadirkan hunian yang lebih layak, aman, dan sehat bagi masyarakat kurang mampu. Menurutnya, pembangunan rumah layak huni merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup warga, khususnya kelompok rentan seperti lansia.


"Kami ingin memastikan bahwa program TMMD benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Rehabilitasi rumah Ibu Eti menjadi wujud nyata kepedulian TNI bersama pemerintah daerah agar beliau dapat menempati rumah yang lebih layak, nyaman, dan aman. Inilah esensi kemanunggalan TNI dengan rakyat, yaitu hadir memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat," ujar Letkol Anton.


Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si., mengapresiasi langkah Satgas TMMD yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur umum, tetapi juga memberikan perhatian kepada warga yang membutuhkan bantuan perbaikan tempat tinggal. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI melalui TMMD menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat desa.


Kunjungan ke rumah Ibu Eti menjadi salah satu momen yang menggambarkan sisi humanis pelaksanaan TMMD ke-129. Selain membangun jalan, drainase, dan sarana pendukung lainnya, program ini juga menghadirkan harapan baru bagi warga penerima bantuan RTLH. Diharapkan, setelah proses rehabilitasi selesai, Ibu Eti dapat menikmati tempat tinggal yang lebih layak sehingga kualitas hidupnya meningkat, sejalan dengan tujuan TMMD untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui semangat gotong royong. (Pendim 0821).

Sinergi Persit, TNI, dan Pemda Perkuat Keberhasilan TMMD ke-129 di Lumajang

 


Lumajang TMMD ke-129 – Keberhasilan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 tidak lepas dari dukungan berbagai elemen, termasuk Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXXV Kodim 0821/Lumajang. Kehadiran para anggota Persit pada rangkaian pembukaan TMMD di Lapangan Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Rabu (15/7/2026), menjadi wujud nyata dukungan terhadap program terpadu TNI AD dalam mempercepat pembangunan desa.


Dipimpin Ketua Persit KCK Cabang XXXV Kodim 0821/Lumajang, Ny. Anita Anton, para anggota Persit hadir memberikan dukungan moril kepada personel Satgas TMMD sekaligus berpartisipasi dalam berbagai rangkaian kegiatan pembukaan yang dihadiri Bupati Lumajang, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta warga Desa Ledok Tempuro.


Kehadiran Persit mencerminkan sinergi keluarga besar TNI AD dalam menyukseskan program TMMD. Tidak hanya mendampingi kegiatan seremonial, Persit juga menunjukkan komitmennya untuk mendukung berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat yang menjadi bagian dari sasaran nonfisik TMMD, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas kesehatan keluarga, kesejahteraan masyarakat, serta penguatan semangat gotong royong.


Ketua Persit KCK Cabang XXXV Kodim 0821/Lumajang, Ny. Anita Anton, menyampaikan bahwa Persit senantiasa mendukung setiap program pengabdian TNI kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan TMMD merupakan keberhasilan bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh komponen, termasuk peran aktif organisasi Persit sebagai mitra strategis TNI AD.


"Kami bangga dapat menjadi bagian dari pelaksanaan TMMD ke-129. Kehadiran Persit merupakan bentuk dukungan kepada Satgas TMMD sekaligus wujud kepedulian terhadap masyarakat. Kami berharap program ini membawa manfaat yang besar bagi warga Desa Ledok Tempuro dan semakin mempererat kebersamaan antara TNI dengan masyarakat," ujar Ny. Anita Anton.


Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-129 Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., mengapresiasi dukungan yang diberikan Persit KCK Cabang XXXV Kodim 0821/Lumajang. Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh keluarga besar Kodim 0821/Lumajang menjadi energi positif dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan TMMD. Dengan sinergi yang kuat antara TNI, Persit, pemerintah daerah, dan masyarakat, pelaksanaan TMMD ke-129 diharapkan mampu menghasilkan pembangunan yang berkualitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai tema "TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa." (Pendim 0821).

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done